FaktaID.net – Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan sebesar 4,33 miliar dolar AS. Angka ini mengalami peningkatan dari surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,10 miliar dolar AS, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.
“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (21/4)
Surplus ini terutama didorong oleh peningkatan neraca perdagangan nonmigas yang mencatat surplus sebesar 6 miliar dolar AS. Kinerja ekspor nonmigas meningkat menjadi 21,80 miliar dolar AS, didorong oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur.
“Kinerja positif ekspor nonmigas didukung oleh komoditas seperti bijih logam, terak, dan abu, nikel dan turunannya, serta produk manufaktur seperti besi dan baja, dan mesin serta perlengkapan elektrik,” jelas Ramdan.
Negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, yang terus menjadi kontributor penting bagi ekspor nasional.
Sementara itu, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang menurun menjadi 1,67 miliar dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan impor migas yang lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas. (DR).
