Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebutuhan beras bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa beras yang dikirim merupakan beras CBP Premium dengan standar mutu tinggi.
“Beras haji ini adalah beras yang kita berikan adalah beras yang terbaik dengan kualitas premium pecahannya 5%, kadar airnya di bawah 14%. Nah selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15% ini pecahannya 5%.” pungkas Direktur BULOG.
Produksi beras ekspor tersebut dilakukan melalui empat fasilitas pengolahan, yakni pabrik Wilmar di Serang, fasilitas Wilmar lainnya, serta unit pengolahan BULOG yang berada di Karawang dan Subang.
Pengiriman beras dijadwalkan mulai 7 Maret 2026 dengan dukungan layanan pelayaran internasional serta perusahaan pelayaran nasional, termasuk armada Hyundai dan operator pengapalan dalam negeri. (DR)




