Menu

Mode Gelap

Internasional · 9 Nov 2025 WIB

Hanif Faisol: Indonesia Pimpin Upaya Global Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di COP30 Brasil


Dok. Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq bersama Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo di acara High-Level Roundtable at Sustainable Business COP30 (SBCOP)Brasil/Foto: Ist) Perbesar

Dok. Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq bersama Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo di acara High-Level Roundtable at Sustainable Business COP30 (SBCOP)Brasil/Foto: Ist)

FaktaID.net – Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) menegaskan komitmennya untuk memimpin kerja sama global dalam membangun pasar karbon berintegritas tinggi sebagai solusi menuju ekonomi hijau berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri High-Level Roundtable at Sustainable Business COP30 (SBCOP) bertajuk “Advancing Indonesia’s High-Integrity Carbon Market: Toward a Green, Resilient, and Inclusive Future” di São Paulo, Brasil, Sabtu (8/11).

Forum tersebut diinisiasi oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, serta dihadiri pejabat tinggi Indonesia dan pemimpin organisasi internasional seperti Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM).

Baca Juga :  Jerman Siap Tangkap Netanyahu Jika ICC Keluarkan Surat Perintah

Hanif Faisol menjelaskan bahwa Indonesia kini memasuki babak baru dalam pengelolaan karbon dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Regulasi tersebut memperluas mekanisme perdagangan karbon nasional, termasuk pasar karbon sukarela, serta membuka peluang kolaborasi internasional berbasis transparansi dan integritas.

“KLH berkomitmen memastikan bahwa setiap unit kredit karbon Indonesia memiliki nilai lingkungan yang nyata, terverifikasi, dan berintegritas tinggi. Ini bukan hanya mekanisme pasar, tapi jembatan hijau yang menghubungkan Indonesia dengan dunia,” ujar Hanif.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah telah membuka perdagangan karbon sukarela internasional melalui Mutual Recognition Agreements (MRA) dengan lima independent crediting schemes dunia, yakni Gold Standard for Global Goals, Global Carbon Council (GCC), Plan Vivo, Verra, dan Puro Earth. Langkah ini memperkuat daya saing pasar karbon nasional di tingkat global sekaligus memperluas aksi mitigasi berbasis alam dan teknologi.

Baca Juga :  Pembicara Utama SPIEF 2025, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Berkolaborasi

Selain itu, KLH mengundang investor dan pelaku usaha internasional untuk berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia di COP30 Belém, yang akan menghadirkan forum seller meets buyer guna mempertemukan penyedia dan pembeli kredit karbon berintegritas tinggi. Sekitar 90 juta ton CO₂ ekuivalen (CO₂e) potensi kredit karbon dari sektor kehutanan, energi, industri, dan pengelolaan limbah akan ditampilkan mulai 10 November 2025.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Kemlu RI Pantau Situasi Venezuela Usai Serangan AS, Pastikan WNI Aman

4 Januari 2026 - 11:36 WIB

Kemlu RI Pantau Situasi Venezuela Usai Serangan AS, Pastikan WNI Aman

Tonggak Baru: Indonesia–Norwegia Resmi Mulai Perdagangan Karbon Berbasis Teknologi di COP30

14 November 2025 - 06:46 WIB

Tonggak Baru: Indonesia–Norwegia Resmi Mulai Perdagangan Karbon Berbasis Teknologi di COP30

Hanif Faisol Sambut Dukungan Swedia dalam Penanganan Krisis Iklim di COP30 Brasil

12 November 2025 - 20:05 WIB

Hanif Faisol Sambut Dukungan Swedia dalam Penanganan Krisis Iklim di COP30 Brasil

Menteri LH Hanif Faisol Teken MoU Perubahan Iklim dengan Britania Raya di Brazil

8 November 2025 - 13:20 WIB

Menteri LH Hanif Faisol Teken MoU Perubahan Iklim dengan Britania Raya di Brazil

Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Kerja Sama Ekonomi Kawasan

31 Oktober 2025 - 10:34 WIB

Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Kerja Sama Ekonomi Kawasan

Menlu Sugiono Lawatan ke Korea Utara, Pertama dalam 12 Tahun Terakhir

12 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Menlu Sugiono Lawatan ke Korea Utara, Pertama dalam 12 Tahun Terakhir
Trending di Internasional