Menu

Mode Gelap

Internasional · 4 Jan 2026 WIB

Kemlu RI Pantau Situasi Venezuela Usai Serangan AS, Pastikan WNI Aman


Dok. Kondisi Caracas, Venezuela saat serangan AS/Foto: X, Twitter) Perbesar

Dok. Kondisi Caracas, Venezuela saat serangan AS/Foto: X, Twitter)

FaktaID.net – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) merespons eskalasi keamanan di Venezuela menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas, pemerintah memastikan terus memantau secara intensif perkembangan situasi di negara tersebut.

“Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Venezuela,” tulis Kemlu melalui akun X resminya, Sabtu (3/1).

Kemlu menyatakan kondisi Venezuela saat ini masih terkendali dan relatif aman. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela untuk tidak lengah serta meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Commander MARSEC RSN, Bakamla RI Perkuat Pertukaran Informasi Kejahatan Laut

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman. Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas,” ungkap Kemlu.

Selain itu, Kemlu juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian konflik secara damai melalui dialog serta langkah-langkah de-eskalasi. Perlindungan terhadap warga sipil dinilai harus menjadi prioritas utama.

“Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB,” ujarnya.

Baca Juga :  Erdogan Bakal Kunjungi Malaysia, Indonesia, dan Pakistan Guna Memperkuat Hubungan Bilateral

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan operasi militer berskala besar di Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan usai laporan ledakan terdengar di sejumlah wilayah Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari.

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela,” ucap Trump dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan Trump tersebut menjadi konfirmasi resmi pertama dari pemerintah AS, setelah sebelumnya Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuding Washington melakukan serangan terhadap sejumlah instalasi militer dan sipil.

Baca Juga :  KTT BRICS ke-17 Tahun 2025 : Indonesia Perluas Jejak Diplomasi Global

Trump juga mengklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar wilayah Venezuela, meski tidak merinci lebih lanjut proses penangkapan tersebut. (DR).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Tonggak Baru: Indonesia–Norwegia Resmi Mulai Perdagangan Karbon Berbasis Teknologi di COP30

14 November 2025 - 06:46 WIB

Tonggak Baru: Indonesia–Norwegia Resmi Mulai Perdagangan Karbon Berbasis Teknologi di COP30

Hanif Faisol Sambut Dukungan Swedia dalam Penanganan Krisis Iklim di COP30 Brasil

12 November 2025 - 20:05 WIB

Hanif Faisol Sambut Dukungan Swedia dalam Penanganan Krisis Iklim di COP30 Brasil

Hanif Faisol: Indonesia Pimpin Upaya Global Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di COP30 Brasil

9 November 2025 - 08:41 WIB

Hanif Faisol: Indonesia Pimpin Upaya Global Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di COP30 Brasil

Menteri LH Hanif Faisol Teken MoU Perubahan Iklim dengan Britania Raya di Brazil

8 November 2025 - 13:20 WIB

Menteri LH Hanif Faisol Teken MoU Perubahan Iklim dengan Britania Raya di Brazil

Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Kerja Sama Ekonomi Kawasan

31 Oktober 2025 - 10:34 WIB

Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Kerja Sama Ekonomi Kawasan

Menlu Sugiono Lawatan ke Korea Utara, Pertama dalam 12 Tahun Terakhir

12 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Menlu Sugiono Lawatan ke Korea Utara, Pertama dalam 12 Tahun Terakhir
Trending di Internasional