Internasional

Jika AS Serang Iran Lagi, IRGC: Serangan Kami Akan Berbeda dan Lebih Keras

Redaksi
×

Jika AS Serang Iran Lagi, IRGC: Serangan Kami Akan Berbeda dan Lebih Keras

Sebarkan artikel ini
Jika AS Serang Iran Lagi, IRGC: Serangan Kami Akan Berbeda dan Lebih Keras
Dok. Juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ramezan Sharif/Press TV)

FaktaID.net – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah pejabat tinggi militer Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap potensi serangan lanjutan terhadap kepentingan negaranya. Iran menyampaikan kecaman atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai provokatif dan penuh ancaman.

Juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ramezan Sharif, secara tegas menolak klaim Trump. Ia menyebut pernyataan itu sebagai “kebohongan” atas pernyataannya, “hasil kekalahan berat terhadap Iran”.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertolak ke India untuk Hadiri Perayaan Hari Republik

“Jika kepentingan dan aset nasional Iran diserang lagi, tanggapannya kali ini akan berbeda, lebih menghancurkan dan merusak, dan bisa mempercepat runtuhnya rezim Amerika”, kata Sharif dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, dikutip Ahad (29/6).

Di kesempatan terpisah, Mohammad Reza Naqdi, Wakil Komandan IRGC untuk urusan koordinasi, juga mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap potensi ancaman terhadap pemuka agama Syiah.

Baca Juga :  AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

“Jika ada serangan terkecil terhadap otoritas agama Syiah apa pun, apakah berhasil atau tidak, tak seorangpun agen Amerika akan meninggalkan wilayah ini hidup-hidup. Semua diplomat Amerika, personel militer, dan karyawan di wilayah itu akan dibunuh atau ditangkap.” tegasnya.

Pernyataan ini muncul menyusul kritik tajam Presiden Trump terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Trump bahkan memperingatkan akan mempertimbangkan opsi pengeboman lanjutan jika Teheran tetap melanjutkan pengayaan uranium.