Sebelumnya, pada 22 Juni, militer AS dilaporkan menjatuhkan enam bom bunker-buster ke fasilitas nuklir Fordo serta meluncurkan puluhan rudal jelajah ke sejumlah lokasi strategis di Natanz dan Isfahan. Serangan ini menjadi bagian dari kampanye AS terhadap program nuklir Iran.
Pada Sabtu, ribuan warga Iran memadati jalan-jalan Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman korban serangan udara Israel, termasuk sejumlah komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Konflik terbuka antara Iran dan Israel meletus pada 13 Juni, saat Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran. Kementerian Kesehatan Iran mencatat sedikitnya 606 korban jiwa dan 5.332 orang terluka akibat serangan tersebut.
Sebagai balasan, Teheran menggempur Israel dengan serangan rudal dan drone yang menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang, berdasarkan data dari Universitas Ibrani di Yerusalem.
Ketegangan ini akhirnya mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat mulai diberlakukan pada 24 Juni. (DR)






