FaktaID.net – Ketegangan antara Iran dan Israel mencapai puncaknya setelah Teheran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel pada Jumat (13/6) malam.
Ledakan besar terdengar di kota-kota besar seperti Yerusalem dan Tel Aviv, sebagai respons langsung terhadap serangan udara Israel ke Teheran pada Jumat dini hari sebelumnya.
Stasiun televisi Israel melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka berat dan kritis, delapan orang mengalami luka sedang, serta 34 lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan.
Mengutip laporan Reuters, Sabtu (14/6), sejumlah rudal terlihat melesat di langit Tel Aviv. Militer Israel menyebutkan bahwa Iran melepaskan dua gelombang serangan dengan total kurang dari 100 rudal.
Mereka mengklaim sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan, sementara sisanya jatuh sebelum mencapai target.
Dua pejabat Amerika Serikat juga mengonfirmasi bahwa militer AS turut ambil bagian dalam menembak jatuh sejumlah rudal Iran yang mengarah ke wilayah Israel.
Beberapa infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk sebuah apartemen di kawasan pemukiman Ramat Gan yang terletak dekat Tel Aviv, serta satu gedung lain di pusat kota yang mengalami kehancuran pada beberapa lantai.
Serangan ini terjadi sebagai pembalasan atas gempuran Israel yang menargetkan berbagai fasilitas strategis di Iran, termasuk instalasi nuklir bawah tanah Natanz dan beberapa markas militer penting.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan bahwa ratusan rudal balistik telah dikerahkan sebagai respons atas agresi militer Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyalahkan Israel atas dimulainya perang ini. Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut bahwa serangan Israel telah menewaskan 78 orang, termasuk pejabat militer senior Iran, serta melukai lebih dari 320 orang, mayoritas merupakan warga sipil. (DR)
