FaktaID.net – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan FKG Corporation Jepang resmi menjalin kerja sama penelitian bersama (Joint Research Agreement) di bidang teknologi lingkungan dan rekayasa sipil. Penandatanganan dilakukan pada Rabu, 12 November 2025, di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Bandung.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset antara Jepang dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi air, limbah, dan rekayasa lingkungan.
Acara penandatanganan dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi serta mitra strategis. Dari Indonesia Japan Business Network (IJBNet) hadir Sekretaris Jenderal IJBNet Salim Mustofa dan Wakil Ketua Umum IJBNet Yani Marlisna Jaya. Sementara dari pihak FKG Corporation Jepang, hadir Terunori Fukuoka dan Kourogi Nuruyu.
Dari pihak ITB, turut hadir Prof. Dr. Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MS, Ketua Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair; Dr. Eng. Rangga Adiprima Sudisman dan Dr. Mochammad Chaerul, S.T., M.T., selaku Ketua Tim Teknis Pelaksana Kerja Sama dari FTSL ITB. Hadir pula perwakilan PT LAPI ITB, yaitu Yusmar Anggadinata (Direktur Utama) dan Aries Muldan N. (Manajer Proyek).
Agenda diawali dengan rapat koordinasi antara FKG, ITB, dan IJBNet untuk menyamakan visi serta menentukan prioritas riset yang relevan bagi kedua belah pihak. Setelah itu, dilakukan penandatanganan kontrak resmi sebagai penanda dimulainya kolaborasi penelitian bersama.
Usai penandatanganan, para peserta meninjau sejumlah laboratorium di FTSL ITB, di antaranya Laboratorium Buangan Padat dan B3, Laboratorium Rekayasa Struktur, serta Laboratorium Mekanika Tanah.
Sehari setelah kegiatan di Bandung, FKG Corporation juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia Japan Business Network (IJBNet) di Kantor BRIN Kampus Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Penandatanganan dilakukan oleh Mr. Daizo Fukuoka, Presiden Direktur FKG Corporation, dan diparaf oleh Mr. Terunori Fukuoka, sedangkan dari pihak IJBNet diwakili oleh Salim Mustafa, yang juga merupakan peneliti senior BRIN.
Melalui kerja sama ini, diharapkan terjalin sinergi kuat antara akademisi, praktisi, dan peneliti dari Indonesia dan Jepang dalam menciptakan solusi inovatif bagi pengelolaan lingkungan serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan di masa depan. (*)
