Sebagai bentuk edukasi, Bahlil meminta Pertamina Patra Niaga untuk menyediakan contoh BBM RON 90 dan RON 92 di setiap SPBU. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah membedakan spesifikasi kedua jenis BBM tersebut.
“Insyaallah tidak perlu ada kekhawatiran terkait dengan kualitas BBM yang dijual. RON 90 ini sebenarnya yang disubsidi, sementara RON 92 itu harganya harga pasar, tidak disubsidi,” jelasnya.
Terkait pasokan B40 dan solar, Bahlil menegaskan bahwa ketersediaannya cukup hingga Idul Fitri 2025. Terminal BBM Baubau memiliki peran penting dalam memasok 54% kebutuhan BBM di wilayah Sulawesi.
Selain itu, terminal ini juga menjadi pemasok utama BBM untuk Maluku dan cadangan bagi Nusa Tenggara Timur, Bima, serta beberapa daerah lainnya.
Pemerintah telah menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk Sulawesi Tenggara pada 2025. Kuota BBM jenis JBKP (Pertalite) mencapai 356.464 KL, dengan realisasi hingga Januari 2025 sebesar 25.919 KL atau 7,23% dari kuota.
Sementara itu, kuota BBM JBT (Biosolar) ditetapkan sebesar 153.227 KL, dengan realisasi hingga Januari 2025 sebesar 12.592 KL atau 8,22% dari kuota. (*)






