Rinciannya, sebanyak 19 kapal melayani di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal beroperasi di dermaga landing craft machine (LCM), serta empat kapal tambahan yang dikerahkan untuk memperkuat kapasitas angkut penumpang dan kendaraan.
Selain penambahan armada kapal, Kementerian Perhubungan juga menerapkan sejumlah langkah operasional di lapangan. Di antaranya penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal, serta percepatan proses bongkar muat untuk memperlancar kanalisasi kendaraan kecil.
“Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan,” tambah Menhub.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada pukul 11.55 WITA, kondisi perairan di Selat Bali dinyatakan aman untuk pelayaran. Cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang sekitar satu meter, jarak pandang mencapai 10 kilometer, serta arus air mengarah ke utara dengan kecepatan sekitar 2,5 knot.
Kementerian Perhubungan memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap operasional penyeberangan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran layanan transportasi di lintas Ketapang–Gilimanuk. (DR)






