FaktaID.net – Komando Operasi TNI (Koops) Habema melaporkan telah melakukan operasi penindakan terhadap Jeki Murib, yang disebut sebagai Danops Kepala Air OPM Kodap XVIII/Ilaga. Operasi tersebut berlangsung di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, pada 20 April 2026.
Jeki Murib diketahui sebagai salah satu figur dalam kelompok separatis bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Puncak dan Mimika. Ia juga disebut kerap mengganggu objek vital nasional, termasuk aktivitas PT Freeport Indonesia.
Sejumlah insiden yang dikaitkan dengan Jeki Murib di antaranya pembakaran kompleks menara di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada 15 Agustus 2023. Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam kasus pembunuhan serta penganiayaan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia pada 19 Oktober 2023.
Tidak hanya itu, rangkaian aksi lain yang dituduhkan meliputi penembakan di Bandara Aminggaru pada 18 Juni 2025, penyanderaan terhadap 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270, Distrik Tembagapura pada 8 Januari 2026, hingga penyerangan terhadap anggota Koramil Tembagapura pada 11 Februari 2026 yang menyebabkan seorang warga sipil mengalami luka.
Jeki Murib juga dikaitkan dengan penembakan terhadap dua karyawan di area Grasberg serta serangan terhadap aparat kepolisian yang tengah melakukan evakuasi korban pada 11 Maret 2026.
Serangkaian aksi tersebut dinilai telah memperburuk kondisi keamanan di wilayah tersebut, menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, serta menghambat aktivitas sosial dan perekonomian.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf B poin 1 dan 2 terkait penanganan gerakan separatis bersenjata dan pemberontakan.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan, dengan fokus pada perlindungan masyarakat serta percepatan pembangunan di Papua.
Koops TNI Habema menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terukur dan profesional dengan mengutamakan keselamatan warga sipil. Operasi ini juga disebut mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
TNI turut mengimbau pihak-pihak yang masih terlibat dalam kelompok bersenjata agar menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Papua. (DR)






