Ekonomi

Stok Beras Melimpah di Maret 2026, Pemerintah Optimistis Tekan Inflasi

Redaksi
×

Stok Beras Melimpah di Maret 2026, Pemerintah Optimistis Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Stok Beras Melimpah di Maret 2026, Pemerintah Optimistis Tekan Inflasi
Dok. Kepala Bapanas Yang Juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

FaktaID.net – Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Maret 2026 mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah dengan total stok mencapai 4,3 juta ton. Ketersediaan beras yang melimpah ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika global.

“Di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat. Bapak Presiden betul-betul visioner. Pada saat beliau dilantik, langsung mengatakan pangan diselesaikan, harus mandiri pangan dan mandiri energi,” tutur Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta pada Senin (30/3).

Baca Juga :  Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2025 Capai 4,33 Miliar Dolar AS

Menurut Amran, stok CBP yang dikelola Perum Bulog pada Maret tahun ini tidak hanya mencetak rekor baru, tetapi juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Ia memastikan jumlah cadangan beras akan terus bertambah seiring berlanjutnya penyerapan produksi dalam negeri.

“(Untuk) sektor pangan, alhamdulillah, hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton. Tidak pernah terjadi. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton. Hari ini 4,3 juta ton. Bulan depan (bisa mencapai) 5 juta ton. Kapasitas gudang 3 juta ton, kita sewa gudang 2 juta ton kapasitasnya. Ini selesai, pangan selesai,” ungkap Kepala Bapanas Amran.

Baca Juga :  Pasar Modal Indonesia Menguat, IHSG Naik 5,83% Dalam Sepekan

Berdasarkan data, capaian CBP pada akhir Maret 2026 tersebut meningkat signifikan hingga 274,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang saat itu hanya berada di angka 1,1 juta ton. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2025, terjadi kenaikan sebesar 87,3 persen dari posisi 2,3 juta ton.

Kenaikan ini didorong oleh optimalisasi penyerapan beras produksi dalam negeri yang terus dilakukan pemerintah. Selain memperkuat cadangan nasional, langkah ini juga berdampak pada stabilitas harga beras di pasaran.