Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 5 Nov 2025 WIB

Presiden Prabowo Bahas Solusi UMKM dan Penertiban Barang Bekas Impor dalam Ratas Kabinet


Dok. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta/Foto: BPMI Setpres) Perbesar

Dok. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta/Foto: BPMI Setpres)

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan percepatan digitalisasi layanan UMKM melalui sistem satu data terintegrasi, Sapa UMKM. Program ini dirancang untuk mempermudah layanan perizinan, pembiayaan, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha.

“Pak Presiden menyampaikan ada 57 juta pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di Indonesia tentunya tidak bisa dengan metode konvensional kembali,” tutur Maman.

Menurutnya, Presiden menginstruksikan agar sistem Sapa UMKM segera direalisasikan. “Pak Presiden tadi menegaskan segera direalisasikan, insyaallah akan kita realisasikan segera dengan cepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Sufmi Dasco Sebut Investor Qatar Berminat Berinvestasi di Danantara

Dalam rapat tersebut, Kepala Negara juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan daya saing UMKM, terutama dalam hal kemudahan akses perizinan dan sertifikasi.

“Petunjuk dari Pak Presiden juga terkait kemudahan akses perizinan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah terkait sertifikasi, terkait bagaimana bisa mendapatkan izin BPOM, mempercepat sertifikasi halal, lalu bagaimana PIRT-nya, SNI, dan lain sebagainya. Supaya apa? Supaya UMKM kita daya saingnya juga meningkat,” ucap Maman.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menegaskan agar program penghapusan piutang UMKM segera ditindaklanjuti. Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 67 ribu UMKM telah masuk dalam program tersebut, namun potensi totalnya diperkirakan mencapai satu juta pelaku usaha.

Baca Juga :  Produksi Beras Nasional Melonjak, Mentan Amran Ungkap Pemyebabnya

“Kalau sementara kan masih di angka 67 ribu UMKM. Berdasarkan data dari Bank Himbara kita ada kurang lebih 1 juta usaha mikro kecil menengah yang memang bisa dihapus tagihkan dan dihapus bukukan. Nah itu yang kita akan tindak lanjuti,” kata Maman. (DR)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

21 Februari 2026 - 09:41 WIB

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

20 Februari 2026 - 09:42 WIB

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen
Trending di Ekonomi