Data dari Kementerian Luar Negeri mencatat total 578 WNI berada di kedua negara tersebut, dengan rincian 386 orang di Iran dan 192 orang di Israel. Dari jumlah itu, 115 WNI di Iran dan 11 WNI di Israel telah menyatakan kesediaannya untuk dievakuasi. Sebagian besar merupakan mahasiswa dan pelajar yang tinggal di wilayah-wilayah berisiko tinggi.
Rencana evakuasi akan dikoordinasikan oleh Tim Crisis Response Team (CRT) yang beranggotakan 34 personel gabungan dari TNI. Tim ini dijadwalkan berangkat ke Baku pada Jumat, 20 Juni 2025, dengan estimasi perjalanan sekitar 30 jam.
Setibanya di Baku, para WNI akan menjalani masa transit selama dua malam sebelum dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat komersial pada Minggu, 22 Juni 2025.
Sementara itu, proses evakuasi dari Israel akan dilakukan melalui Amman, Yordania, sebelum diberangkatkan melalui jalur udara menuju Indonesia.
Sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara yang profesional, adaptif, dan responsif, TNI menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, baik dalam maupun luar negeri, demi menjamin keselamatan seluruh WNI di kawasan konflik.
TNI juga menegaskan bahwa tugas melindungi WNI, baik di dalam maupun luar negeri, merupakan amanah konstitusi yang akan terus dilaksanakan secara optimal demi kepentingan nasional. (DR)






