BI mencatat kontraksi terjadi baik pada lembaga keuangan yang turun 3% (yoy) maupun perusahaan nonkeuangan yang terkontraksi 1,7% (yoy).
Sektor dengan porsi terbesar ULN swasta meliputi Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian—dengan kontribusi sekitar 81% dari total ULN swasta.
BI juga mengungkapkan bahwa rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) membaik, turun menjadi 29,5% pada triwulan III 2025 dari 30,4% pada triwulan sebelumnya. Komposisi ULN nasional pun tetap sehat dengan dominasi utang jangka panjang sebesar 86,1%.
“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN guna menjaga struktur ULN tetap sehat,” tegas BI.
BI menambahkan, “Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.” (MS)
