JAKARTA – Dugaan adanya pengeroyokan dalam kasus penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurahman, di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak, terbantahkan setelah rekonstruksi yang digelar pada Sabtu (11/1) dini hari.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNI AL) sempat menyatakan bahwa insiden penembakan melibatkan anggotanya terjadi setelah mereka dikeroyok oleh 15 orang tak dikenal.
Namun, klarifikasi kemudian disampaikan oleh Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata.
“Mengenai pengeroyokan itu, yang saya sampaikan berdasarkan informasi awal dan video yang saya terima,” ujar Denih, dikutip dari Kompas.com pada Ahad (12/1).
Ia menekankan bahwa laporan tersebut memerlukan investigasi mendalam untuk memastikan kebenarannya.
Proses rekonstruksi yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer TNI AL (Puspomal) melibatkan 36 adegan, dimulai dari pertemuan antara pelaku dan korban di Saketi, Pandeglang, hingga peristiwa penembakan yang menewaskan Ilyas Abdurahman dan melukai rekannya, Ramli.
Dalam rekonstruksi tersebut, hadir tiga tersangka, yakni Sertu AA, Sertu RH, dan Kelasi Kepala (KLK) BA. Rizki Syahputra, anak korban yang turut menyaksikan rekonstruksi, membenarkan bahwa tidak ada pengeroyokan seperti yang dilaporkan sebelumnya.
“Saya bisa menyimpulkan bahwa memang reka adegan sudah sesuai seperti yang kami saksikan, dan untuk pengeroyokan tidak ada,” kata Rizki.
Laksamana Madya Denih Hendrata memastikan bahwa TNI AL berkomitmen menindak tegas anggota yang terbukti melanggar hukum.
“Sesuai dengan sikap kami bahwa siapa pun anggota kami yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di TNI,” tegasnya. (DR)






