FaktaID.net – Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru berhasil menangkap 10 orang debt collector yang terlibat dalam aksi perusakan mobil warga di depan Mapolsek Bukitraya. Ironisnya, tiga pelaku yang diamankan diketahui masih berusia remaja.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 28 April 2025, Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Yossy Kusumo menegaskan sikap tegas kepolisian terhadap aksi premanisme berkedok penagihan utang.
“Ini peringatan keras. Tidak ada toleransi untuk debt collector yang melanggar hukum,” tegas Adrianto didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto.
Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, mengungkapkan bahwa para pelaku merupakan anggota dari kelompok Debt Collector Fighter.
Mereka terlibat bentrokan dengan kelompok lain bernama Pejuang Barcode, dalam sengketa perebutan satu unit kendaraan.
Konflik ini kemudian memicu kerusuhan dan pengeroyokan terhadap seorang wanita berinisial RP (31), yang mengalami luka parah ketika berusaha mencari perlindungan di Mapolsek Bukitraya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden ini, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil, SH.
“Ini bukan rotasi biasa. Ini peringatan keras bagi semua Kapolsek agar lebih waspada,” tegas Irjen Herry.






