Daerah

Sutikno Pimpin Kejati Jabar, Jaksa Antikorupsi dengan Rekam Jejak Penyitaan Rp11,8 Triliun

Redaksi
×

Sutikno Pimpin Kejati Jabar, Jaksa Antikorupsi dengan Rekam Jejak Penyitaan Rp11,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
Sutikno Pimpin Kejati Jabar, Jaksa Antikorupsi dengan Rekam Jejak Penyitaan Rp11,8 Triliun
Dok. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Sutikno/Foto: Puspenkum Kejagung)

FaktaID.net – Jaksa Agung, ST Burhanuddin melantik 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan 17 pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung RI oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Rabu, 29 April 2029 di Jakarta.

Dalam pelantikan ini, sosok Sutikno resmi menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Penunjukan ini menempatkan sosok jaksa berpengalaman dengan rekam jejak penanganan perkara korupsi besar di pucuk pimpinan salah satu wilayah hukum paling strategis di Indonesia.

Nama Sutikno dikenal kuat di internal Kejaksaan sebagai figur yang lama berkecimpung di bidang tindak pidana khusus.

Baca Juga :  Temukan Masalah Konstruksi, Kajati NTT Ancam Proses Hukum Proyek Rumah Eks Pejuang Timor-Timur

Sebelum ke Jawa Barat, ia menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Riau dan sebelumnya dipercaya sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), posisi kunci dalam penanganan perkara korupsi kelas kakap.

Sorotan terbesar dalam kariernya datang dari penanganan kasus korupsi korporasi terkait ekspor crude palm oil (CPO).

Dalam perkara itu, tim yang dipimpinnya mencatat penyitaan hingga Rp11,8 triliun—salah satu yang terbesar dalam sejarah Kejaksaan RI. Capaian tersebut mempertegas reputasinya sebagai jaksa dengan pendekatan agresif dalam memulihkan kerugian negara.

Baca Juga :  Ratusan Sopir Angkot di Bogor Tolak Aturan Penghapusan Kendaraan di Atas 20 Tahun

Pengalaman Sutikno tidak hanya terbatas di pusat. Ia juga pernah menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, membentuk profil aparat penegak hukum yang terbiasa menangani perkara lintas skala dan wilayah.

Kini, tantangan baru menanti di Jawa Barat. Dengan volume perkara tinggi dan kompleksitas hukum yang beragam, kepemimpinan Sutikno akan diuji dalam menjaga konsistensi penegakan hukum sekaligus memperkuat integritas institusi.

Penempatannya di Jawa Barat dibaca sebagai sinyal kuat: Kejaksaan mendorong figur dengan rekam jejak konkret dalam pemberantasan korupsi untuk memimpin wilayah strategis, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan lebih tegas dan terukur. (DR)