FaktaID.net – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (Ratas) di kediamannya pada Ahad (23/11) untuk membahas upaya penanganan kawasan-kawasan ilegal yang selama ini sulit dijangkau aparat. Pertemuan tersebut berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih.
Sejumlah menteri serta pejabat tinggi negara hadir dalam pertemuan itu, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan perlunya sinergi lintas lembaga untuk memperkuat efektivitas penegakan hukum. Ia juga menyampaikan penegasan Prabowo terkait komitmen terhadap amanat konstitusi.
“Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Senin (24/11).
Ratas yang berlangsung sejak siang hingga malam itu turut membahas agenda strategis di sektor kehutanan dan pertambangan.
Fokus utama mencakup evaluasi kerja serta tindak lanjut Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), penataan kawasan pertambangan, dan langkah hukum atas berbagai pelanggaran di dua sektor tersebut. (DR)
