Sementara itu, Perwakilan PT Green Power Palembang Takano Masakazu menyatakan komitmennya untuk bermitra dengan petani lokal dalam menampung hasil perkebunan mereka, dengan fokus pada kelapa dan kopra non-standar.
“Tantangan terbesar adalah memastikan ketertelusuran penuh bahan baku kelapa non-standar. Namun dengan memanfaatkan sistem yang ada secara efektif, sektor ini bisa benar-benar berkelanjutan,” ujar Takano.
Takano juga berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan agar proyek ini dapat berjalan lancar. “Keberhasilan proyek ini bukan hanya untuk GPP, tetapi juga untuk pemerintah dan masyarakat Sumatera Selatan,” tambahnya.
Acara Business Matching ditutup dengan sesi diskusi dan penjajakan kerja sama langsung antara investor, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Antusiasme peserta terlihat dari munculnya berbagai inisiatif kolaborasi baru selama kegiatan berlangsung.
Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan perwakilan lembaga.
Pada malam harinya, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima Ketua IJBNet Suyoto Rais dan Wakil Direktur Utama GPP Pettah Aminu di rumah dinasnya. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kadis DPMPTSP Lusapta Yudha Kurnia dan tokoh masyarakat H. Arkoni.
Dalam kesempatan itu, pihak IJBNet dan GPP melaporkan perkembangan persiapan pembangunan pabrik. Gubernur Herman Deru pun menyatakan dukungan penuh terhadap proyek investasi tersebut.
“Amdal selesai, ayo ground breaking kita lakukan, jalan kita bangun,” tegas Gubernur kepada rombongan.
Melalui forum dan dukungan lintas pihak ini, Pemprov Sumsel berharap tercipta sinergi kuat antara pemerintah, investor, dan masyarakat demi mewujudkan investasi berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Banyuasin dan Sumatera Selatan secara keseluruhan. (*)




