Aditya Tri Syahria di nomor Speed Putra finis di peringkat keenam. Pada babak perempat final, ia mencatatkan waktu 5,37 detik saat berhadapan dengan rekan setimnya, Veddriq Leonardo yang mencatatkan 5,01 detik.
Sementara itu, Berthdigna Devi Surya Kusuma menempati posisi kelima di nomor Speed Putri. Ia mencatatkan waktu 6,73 detik pada perempat final saat menghadapi Desak Made yang membukukan 6,48 detik.
Dari nomor Boulder Putra, Raviandi Ramadhan juga sukses melangkah hingga semifinal. Ia sebelumnya menempati peringkat ke-22 pada babak kualifikasi dengan raihan poin 69,4, lalu naik ke posisi ke-11 di semifinal dengan poin 49,9.
Hasil tersebut cukup untuk membawanya menyusul saudara kembarnya yang telah lebih dahulu mengamankan tiket pada World Climbing Championships Seoul 2025.
Dengan tambahan hasil dari Meishan, Indonesia kini telah mengoleksi total delapan tiket untuk Asian Games 2026. Rinciannya terdiri dari dua atlet Speed Putra, dua atlet Speed Putri, dua atlet Boulder Putra, serta masing-masing satu atlet dari nomor Lead Putra dan Lead Putri.
Kejuaraan World Climbing Asia Championship Meishan 2026 masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan mempertandingkan nomor Lead putra dan putri. Indonesia pun masih berpeluang menambah jumlah atlet yang lolos ke Asian Games 2026. (GL)




