Dalam peresmian ini, Kapolri juga menyoroti bahwa SPPG tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi lokal. Di SPPG Pejaten, misalnya, telah diterapkan sistem hidroponik untuk mendukung suplai bahan pangan berkualitas.
“Dengan adanya pengelolaan hidroponik dan penguatan food security, kita memastikan seluruh bahan makanan memiliki standar kualitas yang tinggi. Harapannya, ini juga bisa membantu meningkatkan perekonomian daerah,” tambah Kapolri.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengapresiasi langkah cepat Polri dalam mengimplementasikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis. Ia bahkan berharap Polri bisa membangun lebih banyak SPPG dari yang telah direncanakan.
“Tadi saya berbisik kepada Pak Kapolri, mudah-mudahan target bisa meningkat dari 542 menjadi 1.000. Dengan keterlibatan semua pihak, termasuk Polri, saya optimis bahwa target ini bisa tercapai,” ujar Kepala BGN.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa program ini akan mendukung generasi muda dalam mencapai pendidikan yang lebih baik.
“Gerakan luar biasa dari Polri ini semakin mengoptimalkan pembangunan generasi sehat dan kuat. Harapan kami, anak-anak semakin semangat belajar dan berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Mu’ti.






