Tak Bisa Menyesuaikan dan Melanggar, Kapolri Tak Segan Tertibkan Anggota

Redaksi
Tak Bisa Menyesuaikan dan Melanggar, Kapolri Tak Segan Tertibkan Anggota
Dok. Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam acara Hoegeng Awards 2025 yang digelar di Jakarta.

FaktaID.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan pentingnya penerapan prinsip reward and punishment di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Hoegeng Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (16/7) malam.

Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa pemberian penghargaan kepada anggota yang berprestasi akan terus dilakukan. Namun, ia juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota yang melanggar aturan atau tidak mampu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai institusi.

“Kami akan terus memberi penghargaan kepada anggota yang berprestasi. Namun, bagi anggota yang tidak bisa menyesuaikan atau bahkan melanggar, kami tidak ragu untuk menertibkan. Ini bentuk tanggung jawab kami agar institusi Polri tetap dipercaya dan dicintai masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Prediksi El Nino di Semester II 2026, BMKG Ingatkan Dampak Kemarau

Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit menyampaikan permohonan dukungan dari masyarakat agar Polri dapat terus melakukan perbaikan dalam tubuh institusi dan memberikan pelayanan terbaik kepada publik.

“Kami mohon doanya agar Polri dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan harapannya agar semangat pengabdian yang diwariskan oleh Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso dapat terus menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas.

Baca Juga :  Panglima TNI Terima Kunjungan Ketua BPK RI di Mabes TNI

“Dengan semangat Hoegeng Award, kami ingin anggota Polri terus menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai hal, mulai dari inovasi, dedikasi, hingga menjaga integritas, di mana pun mereka bertugas,” ujarnya.

Jenderal Listyo menekankan bahwa Hoegeng Awards bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan bagian dari strategi institusional untuk menumbuhkan budaya kerja yang positif dan membangun kepercayaan publik terhadap Polri. (DR)