Lebih lanjut, Muhammadiyah menekankan pentingnya pendekatan persuasif dari aparat keamanan.
“Aparatur keamanan hendaknya lebih mengutamakan cara dan pendekatan yang persuasif dengan dialog dan cara-cara non-kekerasan sebagai wujud dari sikap kepolisian untuk masyarakat,” imbuhnya.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengimbau masyarakat, khususnya peserta aksi, agar tetap menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi isu destruktif, terutama dari media sosial yang tidak jelas sumbernya.
“Masyarakat hendaknya arif dan cerdas dalam menyikapi informasi dengan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang atau tokoh panutan yang dapat memandu dan memberikan informasi yang mencerahkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataan, Muhammadiyah menyampaikan keyakinan pada komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak kepada rakyat kecil dan menjaga persatuan bangsa.
“Kami percaya pada komitmen Bapak Presiden Prabowo untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor sebagai perwujudan menjalankan amanat konstitusi,” bunyi pernyataan tersebut.
Muhammadiyah menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan global.
“Mari kita jaga kondisi yang positif ini dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya demi kelangsungan Indonesia Raya yang bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana spirit 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia,” tutup pernyataan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (DR)




