Presiden menegaskan bahwa MBG bukan hanya sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang yang telah diakui PBB sebagai salah satu terbaik di dunia. Ia memaparkan dampak positifnya, mulai dari peningkatan kehadiran dan prestasi siswa hingga pertumbuhan ekonomi desa.
“Angka kehadiran anak di sekolah meningkat. Prestasi anak-anak di sekolah meningkat. Per hari ini sudah ada 5.800 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi di 38 Provinsi. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan 1 juta petani nelayan peternak dan UMKM. MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” katanya.
Selain fokus pada gizi generasi muda, pemerintah juga mengupayakan kemandirian pangan melalui berbagai langkah strategis, termasuk pembukaan jutaan hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, serta pemangkasan birokrasi distribusi pupuk agar langsung diterima petani.
“Hari ini kita surplus produksi beras. Stok cadangan beras nasional kita hari ini lebih dari 4 juta ton. Ini adalah tertinggi selama sejarah NKRI. Untuk pertama kali dalam puluhan tahun Indonesia bisa kembali mengekspor beras dan jagung. Saya perhatikan di mana-mana para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” ucap Presiden.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa pemerintah akan menindak tegas praktik curang di sektor pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi oknum “serakahnomics” yang mengorbankan kepentingan rakyat demi keuntungan pribadi.
“Usaha penggilingan-penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus dari pemerintah kalau mereka masih mau bergerak di bidang ini. Kalau tidak, yang besar silahkanlah pindah ke bidang lain. Jangan main di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” katanya. (DR)




