Sementara di bidang kesehatan, Seskab menyampaikan bahwa layanan rumah sakit yang sempat terhenti kini telah kembali beroperasi. Pemulihan layanan kesehatan dasar juga menunjukkan perkembangan signifikan.
“Ada 87 rumah sakit yang terdampak, semuanya lumpuh. Dalam satu bulan ini, 87 itu semuanya sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tapi yang pasti dari 87 itu semuanya sudah bisa pasien datang, diobati, seperti itu. Kemudian ada 867 puskesmas yang lumpuh. Sekarang satu bulan tinggal delapan yang belum beroperasi,” jelas Seskab.
Tak hanya itu, sektor pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak juga mulai pulih. Sejumlah pasar kembali dibuka dan roda perekonomian berangsur bergerak.
“Kemudian pasar-pasar, beberapa sudah mulai beroperasi. Perekonomian perlahan-lahan mulai jalan,” ucapnya.
Menurut Seskab, capaian pemulihan tersebut tidak lepas dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan penanganan sejak awal masa tanggap darurat. Ia juga menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama dan gotong royong seluruh unsur di lapangan.
“Bapak Presiden dari awal menginstruksikan kepada semuanya, agar secepat mungkin lakukan dengan segera untuk pemulihan. Ya ini hasilnya. Kenapa bisa? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama, saling bantu, saling kerja sama, gotong royong semua. Petugas, warga, relawan, jadi satu semua,” tuturnya. (DR)






