“Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami akan meneruskan misi Anda; kami akan tetap teguh; kami akan tetap bersatu; kami akan tetap waspada,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Abagnara menekankan bahwa penghormatan terbaik bagi almarhum adalah dengan terus menjaga komitmen terhadap misi perdamaian.
“Inilah cara kami menghormati Anda. Tempat Anda tetap bersama kami, dalam tindakan kami, dalam komitmen kami, dan dalam rasa tanggung jawab kami,” katanya.
Kopral Rico Pramudia meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang masih kecil. Ia diketahui baru pertama kali menjalankan misi luar negeri bersama UNIFIL sejak tiba pada April tahun lalu.
Upacara penghormatan yang berlangsung di bandara Beirut tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional Lebanon dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigadir Jenderal Maroun Azzi, serta Kolonel Allan Surya Lesmana dari kontingen Indonesia UNIFIL. (DR)






