FaktaID.net — Isu terkait pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk dari mantan Wakapolri Komjen. Pol. (Purn.) Oegroseno.
Ia menyampaikan pandangannya terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan purnawirawan Polri.
“Purnawirawan tidak terlalu kencang ya, tapi mereka rata-rata dengar dari media sosial. Jadi tanggapannya berbagai macam, jangan sampai kedepan nanti, mungkin bukan salah pilih, harus cari orang yang tepat untuk Kapolri,” ujar Oegroseno dalam acara to the point aja Sindonews TV, dikutip Ahad (8/6).
Meski demikian, ia menilai bahwa para Kapolri yang pernah menjabat selama ini merupakan sosok-sosok yang layak.
“Semua kapolri mungkin tepat,” katanya.
Ia juga mengibaratkan proses pemilihan Kapolri seperti menembak sasaran, yang hasilnya tidak selalu sempurna namun tetap dapat dimaklumi.
“Kalau menembak itu bisa kena angka 10 itu bagus, berarti sasaran tengah itu, tapi kalau kena 9 atau 8 kan wajar. Gak mungkin langsung masuk ke tengah semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Oegroseno menekankan pentingnya kepemimpinan dan kecerdasan dalam institusi Polri.
“Kita (Polri) selalu yang terbaik, makanya saya bilang pemimpin butuh orang pintar, orang pintar juga belum tentu bisa memimpin,” ucapnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk kembali mengingat semangat awal saat bergabung dengan Kepolisian.
“Kembali kepada tujuan awal dulu masuk polisi. Semua sama, mengabdi kepada negara, melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia. tidak ada ingin menjadi Inspektur dua atau Letnan dua menjadi Kapolsek, Kapolres, apalagi menjadi Kapolri, itu tidak ada,” ungkapnya.
“Jadi basic nya kembali kepada mengabdi kepada nusa dan bangsa melalui Polri,” pungkas Oegroseno. (DR)




