Nasional

Korlantas Polri Gunakan Teknologi TAA Selidiki Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Redaksi
×

Korlantas Polri Gunakan Teknologi TAA Selidiki Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Korlantas Polri Gunakan Teknologi TAA Selidiki Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Dok. Korlantas Polri Gunakan Teknologi TAA/Foto: Humas Polri)

FaktaID.net – Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) sekitar pukul 20.50 WIB.

Dalam penyelidikan tersebut, petugas memanfaatkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) guna merekonstruksi peristiwa secara rinci dan akurat. Metode ini memungkinkan penyidik menggambarkan kronologi kejadian dengan pendekatan ilmiah berbasis data visual.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkapkan bahwa pihaknya mengoperasikan dua jenis perangkat TAA untuk menunjang proses investigasi.

Baca Juga :  TNI Temukan Dua Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Pangkep

“Alat TAA kami ada dua, satu statis dan satu portable. Yang statis itu untuk merekam environment (lingkungan sekitar) secara 360 derajat, sehingga kita bisa melihat dan mengilustrasikan secara 3 dimensi dengan kualitas 4K,” ujar Sandi, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, hasil perekaman tersebut akan dijadikan sebagai alat bukti elektronik yang sah dalam proses hukum lanjutan, mulai dari tahap penyidikan hingga persidangan.

“Itu merupakan alat bukti elektronik yang nantinya digunakan pada proses penyidikan kecelakaan lalu lintas lebih lanjut. Hasilnya juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun hakim sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim,” ujarnya.

Baca Juga :  Awasi Anggaran Hibah, KPK Bakal Sambangi Kota dan Kabupaten di Jabar

Selain fokus pada olah TKP, Korlantas Polri juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi berwarna hijau dalam insiden tersebut. Evaluasi akan dilakukan bersama pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.