8 Tahun IJBNet, Dari Deklarasi di Kemenperin RI hingga Menjadi Jembatan Bisnis Indonesia–Jepang

Redaksi
8 Tahun IJBNet, Dari Deklarasi di Kemenperin RI hingga Menjadi Jembatan Bisnis Indonesia–Jepang
Dok. Perayaan Sewindu IJBNet Yang digelar Gedung PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8)./Foto: Ist)

FaktaID.net  – Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) memperingati delapan tahun berdirinya dengan menggelar perayaan Sewindu di Gedung PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8). Mengusung tema “Memperingati Sewindu Berdirinya IJBNet – Memperkuat Jaringan Kolaborasi Indonesia–Jepang,” kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, hingga mitra Jepang.

Momentum tersebut menjadi istimewa karena IJBNet kembali ke Kementerian Perindustrian, tempat organisasi ini dideklarasikan pada 8 Agustus 2018.

Ketua Umum IJBNet, Dr. Suyoto Rais, mengatakan perjalanan delapan tahun bukan sekadar soal usia organisasi, melainkan sejauh mana jejaring yang dibangun mampu melahirkan kolaborasi nyata.

Baca Juga :  Produksi Jeruk Nasional 2,65 Juta Ton, Kualitas Lokal Ungguli Impor

“Sewindu bagi IJBNet bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan membangun kepercayaan, memperluas jaringan dan mempertemukan berbagai potensi Indonesia dan Jepang. Karena itu, setelah delapan tahun, kami ingin IJBNet tidak berhenti pada networking, tetapi bergerak lebih jauh menuju kolaborasi yang konkret dan memberikan dampak.” kata Suyoto Rais dalam keterangannya.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya, pasar, dan talenta yang besar, sementara Jepang unggul dalam teknologi, pengalaman industri, dan jaringan bisnis.

“Indonesia memiliki sumber daya, pasar dan talenta yang besar. Jepang memiliki teknologi, pengalaman industri dan jaringan bisnis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana kedua kekuatan tersebut dipertemukan dalam bentuk kerja sama yang nyata dan berkelanjutan.” lanjutnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Umumkan Kewajiban Penyimpanan DHE SDA di Dalam Negeri

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui sambutan yang dibacakan Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan Indonesia-Jepang di tengah perubahan industri global.

“Kemitraan Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang. Ke depan, kerja sama tersebut harus semakin diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan teknologi, peningkatan daya saing industri dan pengembangan sumber daya manusia.” ungkap Agus Gumiwang dalam sambutanhya yang dibacakan.

Ia menambahkan, transformasi digital, dekarbonisasi, energi baru terbarukan, hingga perubahan rantai pasok global menuntut kolaborasi yang lebih erat.

Baca Juga :  Di Forbes Global CEO Conference, Presiden Prabowo Paparkan Strategi Ekonomi Nasional

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian dan mitra internasional menjadi semakin penting. Indonesia membutuhkan mitra strategis yang dapat bersama-sama membangun industri yang kuat, inovatif dan berkelanjutan.” tambahnya.