“Kami berterima kasih atas dukungan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto atas dukungan yang diberikan terhadap pembinaan prestasi olahraga Indonesia, khususnya taekwondo. Indonesia Open menjadi tonggak kebangkitan prestasi taekwondo. Apresiasi juga saya sampaikan kepada atlet, pelatih, official, pengprov, panitia, sponsor, dan para pihak yang telah menyukseskan kejuaraan ini,” tambah Richard.
Pada hari terakhir pertandingan, kontingen Indonesia menambah tiga medali perunggu. Medali tersebut diraih oleh Diyah Maulida Putri Aliandi dan Olivia Intan Widi Prabawani di nomor kyorugi (tarung) kelas 73 kilogram putri, serta Irly Ramadhan di kelas 54 kilogram putra.
Bagi Diyah Maulida Putri Aliandi, keberhasilan meraih medali perunggu menjadi pencapaian istimewa karena merupakan debutnya di ajang internasional. Atlet binaan POPDA Jawa Barat berusia 17 tahun itu mengaku tidak menyangka mampu menembus babak semifinal.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa meraih medali perunggu di Asian Taekwondo. Tidak nyangka banget. Event G2 seperti ini bagus sekali, dari sini saya bisa mendapatkan pengalaman dan tahu bahwa kami, atlet daerah, mampu bersaing dengan atlet-atlet luar negeri,” kata Dyah yang bercita-cita bisa masuk dalam skuat pelatnas.
Sebagai informasi, 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diikuti oleh 531 atlet dari 36 negara. Kejuaraan berstatus WT G2 tersebut menjadi salah satu ajang pengumpulan poin peringkat dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. (DR)




