Rosan menekankan bahwa Presiden Prabowo menginginkan hilirisasi menjadi pintu masuk bagi proses industrialisasi yang lebih luas di Indonesia.
“Arahan Bapak Presiden adalah bagaimana hilirisasi ini bisa menciptakan efek berganda, sehingga menjadi bagian dari industrialisasi yang lebih besar,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada ekonomi makro, proyek hilirisasi juga diarahkan untuk melibatkan petani tambak, petani perkebunan, serta masyarakat sekitar agar kesejahteraan mereka turut meningkat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa rapat yang digelar di hari Minggu menunjukkan keseriusan Presiden dalam mengawal kebijakan hilirisasi.
Ia juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dalam memastikan implementasi kebijakan ini berjalan dengan baik.




