Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, persahabatan dan persaudaraan yang telah terjalin selama pendidikan harus tetap dipelihara, tanpa memandang status kedinasan.
“Dimanapun kita berada, apakah saat kita masih dinas, ataukah saat kita sudah tidak dinas, silaturahmi, persedaraan, persahabatan selalu senantiasa terjaga sampai kapanpun”, ucap Kapolri.
Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat mengulas filosofi Nawatunggal sebagai simbol kekompakan yang mampu menjadi teladan bagi angkatan lainnya dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.
“Kita berharap angkatan Nawatunggal bisa menginspirasi angkatan-angkatan lainnya, bahwa angkatan inilah yang walaupun beragam latar belakangnya tetap kompak, memelihara persaudaraan dan tetap kompak membangun bangsa,” jelas ustadz Adi Hidayat.
Reuni Akbar 35 Tahun Nawatunggal juga dihadiri sejumlah alumni AKABRI 1991 yang kini menduduki posisi strategis, di antaranya Panglima TNI, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, serta Irwasum Polri. (DR)




