FaktaID.net — Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden penganiayaan yang menewaskan seorang warga sipil dan melibatkan dua anggota TNI.
Korban bernama Fahrul Abdillah (23), warga Kota Serang, Banten, diduga tewas setelah menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang, termasuk dua prajurit TNI berinisial Pratu MI dan Pratu FS.
“Saya selaku Komandan Korem 064 Maulana Yusuf tentunya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya peristiwa yang terjadi melibatkan anggota TNI dan telah merugikan warga masyarakat sipil,” ujar Brigjen Andrian kepada warrawan, Senin (21/4) dikutip dalam Kompas.com.
Ia menjelaskan bahwa dua anggota TNI tersebut telah ditahan oleh Denpom III/4 Serang sejak Jumat (18/4) dan saat ini tengah diperiksa secara mendalam oleh penyidik militer. Hingga kini, sembilan orang saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyelidikan.
Tak hanya anggota TNI, dua warga sipil yang juga diduga terlibat dalam penganiayaan telah diamankan oleh pihak Polresta Serang Kota.
“Tentunya kami juga akan menyakinkan bahwa apabila memang diduga anggota TNI yang terlibat akan mendapat hukum sesuai dengan hukum yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menjamin bahwa Korem 064/Maulana Yusuf berkomitmen akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya. (DR)
