Daerah

Harga MinyaKita di Atas HET, Satgas Saber Pangan Papua Sidak Distributor dan Pasar di Jayapura

Redaksi
×

Harga MinyaKita di Atas HET, Satgas Saber Pangan Papua Sidak Distributor dan Pasar di Jayapura

Sebarkan artikel ini
Harga MinyaKita di Atas HET, Satgas Saber Pangan Papua Sidak Distributor dan Pasar di Jayapura
Dok. Satgas Saber Pangan Papua Sidak Distributor dan Pasar di Jayapura.

FaktaID.net – Harga minyak goreng subsidi MinyaKita ditemukan masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Papua menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah distributor dan pasar tradisional di Kota Jayapura, Selasa (10/2).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca Juga :  Banjir di Bekasi Sebabkan Kemacetan, Polisi Lakukan Pengalihan Arus di Jalan Tol

Kegiatan tersebut dipimpin Dir Reskrimsus Polda Papua yang juga menjabat sebagai Kasatgas Saber Pangan, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra. Ia didampingi perwakilan dari Perum Bulog Wilayah Papua, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas PTSP, serta Biro Perekonomian Provinsi Papua.

Tim pertama kali melakukan pengecekan di Gudang Tiga Mas Perkasa. Di lokasi itu, stok beras premium merek Serasih tercatat tersedia sebanyak 35 ton dengan harga Rp15.800 per kilogram. Namun, petugas menemukan stok MinyaKita sebanyak 22.323 liter masih dijual di atas ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Polda Riau Ungkap 29 Kasus PETI di Kuansing, 54 Tersangka Diamankan

Selanjutnya, sidak berlanjut ke Pasar Hamadi, tepatnya di Kios Hijrah dan Kios Cahaya Riski. Di pasar tersebut, harga beras premium terpantau Rp18.000 per kilogram, beras medium Rp15.000 per kilogram, serta telur ayam lokal Rp34.000 per kilogram.

Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa pengawasan kali ini difokuskan pada kelancaran distribusi 14 komoditas pangan strategis. Meski secara umum stok dinilai aman, pihaknya menyoroti masih adanya pedagang yang menjual MinyaKita melebihi HET.