Daerah  

Kejari Pasuruan Tetapkan Tiga Orang Tersangka Korupsi PTSL, Diduga Pungli Rp1,1 Miliar

Redaksi
Kejari Pasuruan Tetapkan Tiga Orang Tersangka Korupsi PTSL, Diduga Pungli Rp1,1 Miliar
Dok. Penahanan Tiga Tersangka Korupsi PTSL/Foto: Kejari Pasuruan)

Kajari menjelaskan, perkara ini bermula saat Desa Wonosari menerima program PTSL pada Februari 2022. Dari sekitar 1.200 peserta, IHS diduga mengklaim 72 bidang tanah milik warga seolah-olah berstatus Tanah Kas Desa (TKD) dan memanfaatkannya untuk melakukan pungutan liar.

Untuk menjalankan aksinya, IHS membentuk Tim Pokmas TKD yang bertugas mengurus ganti rugi fiktif agar sertifikat tanah warga dapat diterbitkan. Bersama HTW dan BC, para tersangka diduga meminta uang Rp10 juta hingga Rp30 juta per bidang kepada 72 warga.

Baca Juga :  PT PMC Rusak Lahan Pertanian Tanpa Izin, Ratusan Warga Sukaluyu Warga Demo di Kantor Camat Tamansari

Dari praktik tersebut, para tersangka diduga mengumpulkan sekitar Rp1,1 miliar yang disimpan di rekening atas nama BC. Sebagian uang itu digunakan membeli kebun apel yang telah dipanen tiga kali dengan keuntungan Rp39 juta.

Belakangan diketahui, 72 bidang tanah yang diklaim masih berstatus TKD tersebut ternyata telah diterbitkan sertifikatnya oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui program PTSL.

Baca Juga :  Bupati Kepulauan Sitaro Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana Rp22,2 Miliar

Dalam proses penyidikan, penyidik Kejari Pasuruan juga menyita uang Rp162,54 juta dari BC. Uang tersebut kini dititipkan di rekening penampungan Kejari Kabupaten Pasuruan. (DR)