CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan alutsista, tetapi juga membangun kemampuan industri pertahanan nasional.
“Kerja sama dengan Naval Group kami pandang sebagai proses membangun kemampuan. Melalui transfer kapasitas, pengembangan kompetensi engineer, dan keterlibatan PT PAL dalam keseluruhan proses produksi, kami membangun fondasi agar kemampuan strategis tersebut dapat dikelola dan dikembangkan di dalam negeri,” ujar Kaharuddin.
Kerja sama pembangunan Scorpène juga mencerminkan perkembangan hubungan pertahanan Indonesia-Prancis yang diarahkan pada penguatan kapasitas industri, kompetensi sumber daya manusia, dan penguasaan teknologi strategis.
Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan, menegaskan bahwa nilai strategis program tersebut terletak pada pembangunan kemampuan nasional.
“Bagi Indonesia, program ini bukan hanya tentang memperoleh platform pertahanan modern, tetapi juga tentang membangun kemampuan nasional melalui keterlibatan para engineer Indonesia, industri nasional, dan mitra Prancis. Yang sedang kita bangun di Surabaya bukan hanya sebuah kapal selam, kita juga sedang membangun pengetahuan, kemampuan industri, sumber daya manusia, dan kepercayaan antara Indonesia dan Prancis,” ujar Donny. (DR)




