Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi, keselamatan pengunjung, serta keberlanjutan lingkungan.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.
Menurutnya, investasi pariwisata berkualitas tidak cukup dinilai dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. EIGER Nature diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing wisata alam Indonesia.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa kelestarian alam menjadi landasan utama dalam pengembangan destinasi tersebut. Pengunjung diharapkan tidak sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.
EIGER Nature dijadwalkan mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada 2 November 2026. Destinasi ini diharapkan menjadi ruang petualangan yang bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia. (*).




