KABUPATEN BOGOR – Kepolisian Kabupaten Bogor menggelar konferensi pers terkait kasus perampokan sekeluarga yang menewaskan HS (26) di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat pada Senin (23/9).
Keempat pelaku tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, sementara dua di antaranya terlihat mengalami luka di kaki. Mereka dibawa oleh petugas polisi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan peran masing-masing dari empat komplotan perampok tersebut.
“Inisial ID merupakan otak dari peristiwa perampokan sadis ini,” ungkap Teguh.
ID diduga mengajak beberapa temannya yang bekerja sebagai buruh harian lepas, termasuk S, yang bertindak sebagai eksekutor.
“S inilah yang mengarahkan rekan-rekannya ke rumah korban saat peristiwa tragis tersebut terjadi,” unfkapnya lagi.
Selain itu, pelaku berinisial C dan O berperan dalam rencana pembuangan jenazah korban.
Menurut Teguh, mereka sempat berencana membuang jenazah ke Sukabumi, namun rencana tersebut batal karena situasi di lokasi kejadian yang sudah ramai.
“Satu orang inisial C bertugas membuang jenazah, tapi karena situasi di TKP tidak memungkinkan, akhirnya mereka kembali. Rencananya memang hendak dibuang ke Sukabumi. Pelaku O memiliki peran yang sama,” tambah Teguh. (DR)






