FaktaID.net – Praktisi sorgum, Sandi Muhammad Ilham, mengajak Gubernur Jawa Barat untuk melestarikan kembali sorgum sebagai pangan pokok warisan leluhur Sunda. Menurutnya, sorgum telah menjadi bagian penting dalam sejarah pertanian masyarakat Sunda jauh sebelum padi diperkenalkan sebagai tanaman utama.
“Sorgum merupakan pangan pokok sebelum adanya beras padi. Sorgum adalah pangan pokok warisan nenek moyang Sunda yang sudah mendunia namun terasa asing di kalangan masyarakat Sunda sendiri,” ungkap Sandi dalam keterangannya, Selasa (22/7).
Ia menuturkan bahwa keberadaan sorgum bahkan telah terukir dalam sejarah Nusantara. Sorgum sudah ada sebelum VOC datang, bahkan sebelum candi-candi berdiri. Contohnya, di pahatan Candi Borobudur terdapat gambar sorgum. Artinya, sorgum sudah ada sebelum candi itu berdiri.
“Sorgum tergantikan sejak VOC meminta masyarakat adat menanam padi untuk diekspor. Sejak itulah kawasan jalur Pantura dipaksa menjadi kawasan sawah,” Jelas Sandi.
Ia juga mengungkapkan bahwa karakter dominan masyarakat Sunda tempo dulu adalah bertani di ladang atau huma, yang dikenal pula dengan sebutan tegal.
“Tidak heran banyak daerah di Jawa Barat dengan nama kampung berawalan Tegal,” tambahnya.
Meski kini jarang dikenal, sorgum menurutnya tetap memiliki nilai strategis dalam perdagangan dunia. Dimana Sorgum sudah mendunia sejak zaman perdagangan Sunda.
“Hingga saat ini, banyak negara yang meminta sorgum dari Indonesia,” ungkap Sandi.
Ia berharap Gubernur Jawa Barat segera mengambil kebijakan strategis untuk menghidupkan kembali pertanian sorgum demi ketahanan pangan.
“Sudah saatnya karakter bertani masyarakat Sunda kembali berdiri dengan kebijakan khusus Gubernur Jawa Barat. Ketahanan pangan dari warisan pendahulu berupa sorgum harus dihidupkan kembali, karena hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. (DR)




