Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para menteri yang mendukung agenda pemerintahan bersih. Namun, ia mengingatkan agar loyalitas ditujukan kepada bangsa dan rakyat, bukan kepada dirinya secara pribadi.
“Saya minta kepada mereka, jangan setia kepada Prabowo, Prabowo bisa datang, Prabowo bisa pergi, Prabowo manusia. Setia kepada Republik, setia kepada rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang pesan mendiang ayahnya, Profesor Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu menjadi pegangan hidupnya. Ia mengungkapkan pesan itu disampaikan beberapa bulan sebelum sang ayah wafat.
“Dia mengatakan: ‘Prabowo, kalau suatu saat kamu berada dalam keadaan bingung dan ragu-ragu, ingat, selalu berpihak kepada rakyatmu’. Itu pesan beliau, dan itu saya pegang,” tuturnya.
Presiden Prabowo menegaskan, dalam setiap pengambilan keputusan, ia selalu mempertimbangkan kepentingan rakyat kecil. “Kalau dihadapkan dengan keputusan cara bertindak yang A atau B atau C, saya selalu tanya mana yang menguntungkan rakyat kecil,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok masyarakat yang kuat akan mampu bertahan, sementara yang lemah justru harus dibela dan diberdayakan. “Yang paling lemah ini yang harus kita bela, yang harus kita berdayakan,” pungkas Presiden. (DR)






