Dilansir dari laman Portasiber, Dua warga Desa Malasari yang tewas diketahui bernama Kari dan Karta, yang merupakan warga Kp Sirna RT 003 RW 001 Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor.
“Iya benar, itu warga kami. Mereka sudah dimakamkan hari itu juga,” kata staf Desa Malasari, Agus.
Kari dan Karta sendiri dimakamkan tanpa dilakukan otopsi terlebih dahulu oleh pihak kepolisian untuk mencari penyebab kematiannya.
Sedangkan dua korban tewas lainnya, yakni Edi dan Akim, warga Kp Urug RT 04 RW 02 Desa Urug Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
Keduanya dilaporkan meninggal dunia di saat yang bersamaan dengan kejadian insiden asap di IUP PT Antam Pongkor, Nanggung.
Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk menyatakan tidak terjadi ledakan di area tambang dan menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks, serta mengklaim kondisi operasional aman dan terkendali.
General Manager Gold Mining Bussines Unit PT Antam UPBE Pongkor Nilus Rahmat membantah adanya ledakan dan korban ratusan jiwa dalam insiden asap di areal tambang PT Antam.
Nilus Rahmat mengatakan, pihaknya langsung melakukan upaya penyelamatan pekerja, ketika muncul asap tersebut.
“Kami langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh pekerja dan melaporkan kejadian tersebut kepada Forkopimda Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, tidak ditemukan adanya korban jiwa,” tegas Nilus Rahmat. (DR)






