Daerah

Tragedi Asap Maut Tambang Antam Bogor, Satgas PKH Diminta Turun Tangan

Redaksi
×

Tragedi Asap Maut Tambang Antam Bogor, Satgas PKH Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Tragedi Asap Maut Tambang Antam Bogor, Satgas PKH Diminta Turun Tangan
Dok. Korban Diduga Berasal dari Asap Tambang Antam Bogor.

FaktaID.net – Insiden asap di areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengakibatkan empat warga dari dua desa meninggal dunia. Para korban diduga menghirup zat karbon monoksida (CO) yang muncul dari aktivitas di dalam kawasan tambang.

Peristiwa ini menimbulkan sorotan publik, terlebih setelah pihak perusahaan membantah adanya ledakan dan menyatakan bahwa kondisi operasional tambang dalam keadaan aman.

Di sisi lain, para korban telah dimakamkan tanpa melalui proses otopsi, sehingga penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan secara medis.

Baca Juga :  Yenti Garnasih Jadi Saksi Ahli dalam Sidang Kasus Dugaan TPPU Koperasi AMAI di PN Kota Bogor

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait aspek keselamatan warga di sekitar area tambang serta transparansi penanganan insiden. Sejumlah pihak menilai perlu adanya investigasi menyeluruh dan independen guna mengungkap penyebab sebenarnya dari kejadian yang merenggut nyawa warga tersebut.

Sandi M. Ilham dari Insan Cita Institute menegaskan bahwa PT Antam tidak seharusnya menghindari tanggung jawab apabila telah terdapat bukti kuat terkait insiden tersebut.

“PT Aneka Tambang jangan berkelak ketika sudah ada bukti terjadinya ledakan yang mengakibatkan korban jiwa, dan wajib bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Sandi dalam keterangannya, Kamis (15/1).

Baca Juga :  Kejati Banten Tahan Dua Direktur Terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Minyak Goreng 1.200 Ton

Ia juga mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan secara langsung. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto perlu memerintahkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk melakukan penyelidikan mendalam.

“Presiden Prabowo harus memerintahkan Satgas PKH turun untuk menyelidiki peristiwa ini,” katanya.

Selain penyelidikan teknis, Sandi menilai audit menyeluruh juga harus dilakukan terhadap aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan Kadin Gelar Bazar Pangan Murah Jelang Lebaran

“Hal ini pun mesti dilakukan audit, apakah lubang galian tersebut masuk dan resmi dalam pendapatan negara atau justru menjadi pendapatan oknum,” tegasnya.