FaktaID.net — United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas insiden ledakan maut yang menewaskan dua prajurit TNI, di wilayah Lebanon selatan.
Dalam siaran pers yang dikutip Rabu (1/4), UNIFIL mengungkapkan bahwa dua personel penjaga perdamaian tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan yang penyebabnya masih belum diketahui di dekat Bani Hayyan.
Seorang penjaga perdamaian lainnya dilaporkan mengalami luka parah, sementara satu orang lainnya juga terluka dalam insiden tersebut. Peristiwa ini menjadi insiden fatal kedua yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
“Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” demikian pernyataan resmi UNIFIL.
UNIFIL menegaskan bahwa tidak seharusnya ada korban jiwa dalam pelaksanaan misi perdamaian. “Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan misi perdamaian,” lanjut pernyataan tersebut.




