“Ekonomi Bali sangat bergantung pada mobilitas. Ketika kita mampu menarik ribuan orang datang, maka diperkirakan akan terjadi stimulus ekonomi melalui konsumsi pada sektor akomodasi, perdagangan, dan transportasi,” ujar Nandya.
Ia memaparkan, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 11.000 orang, potensi perputaran uang selama kegiatan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
“Untuk peserta luar daerah, rata-rata pengeluaran dapat berada pada kisaran Rp10 juta per orang. Dengan asumsi sekitar 11.000 peserta dan skenario optimistis, potensi perputaran ekonomi dari kegiatan ini diperkirakan dapat mencapai Rp110 miliar hingga Rp140 miliar,” jelasnya.
Selain menggerakkan sektor pariwisata dan jasa, acara ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Puluhan UMKM dilibatkan untuk meramaikan lokasi acara sekaligus memenuhi kebutuhan peserta dan pengunjung.
Sambodo menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan. Berbagai unsur dilibatkan, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, pecalang, hingga masyarakat setempat.
“Kita juga melibatkan UMKM, termasuk juga untuk memberikan cheering semangat kepada para peserta,” ujarnya.
Nandya turut menekankan pentingnya keterlibatan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.




