Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025, TPT Turun Jadi 4,85 Persen

Redaksi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025, TPT Turun Jadi 4,85 Persen
Dok. Ilustrasi.

FaktaID.net – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang mencakup tiga indikator utama, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) dan ketenagakerjaan. Di tengah tantangan perdagangan global, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan solid.

BPS mencatat, PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen (year-on-year) pada triwulan III 2025, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 4,95 persen. Sebagai perbandingan, sejumlah negara tetangga juga mengalami pertumbuhan positif, antara lain Vietnam 8,2 persen, Tiongkok 4,8 persen, Malaysia 5,2 persen, dan Singapura 2,9 persen.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 427,2 Miliar Dolar AS Pada Februari 2025

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kali ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, peningkatan transaksi digital juga menjadi pendorong utama.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara secara year on year meningkat, tumbuh sebesar 21,84 persen. Sedangkan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan rel dan angkutan laut juga meningkat,” tutur Edy dalam siaran pers BPS, Selasa (5/11).

Baca Juga :  Bank Emas Resmi Diluncurkan, BSI Perkenalkan Tiga Produk Utama

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 9,91 persen, didorong oleh komoditas nonmigas seperti minyak nabati, besi dan baja, serta kendaraan dan mesin listrik. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga memperkuat pertumbuhan ekspor jasa. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen dan konsumsi pemerintah meningkat 5,49 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan tumbuh 5,54 persen, dengan kontribusi besar dari industri makanan-minuman, logam dasar, dan kimia-farmasi.