Hukum  

Polisi Dalami Video Viral Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol

Redaksi
Polisi Dalami Video Viral Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol
Dok. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto

FaktaID.net – Kepolisian tengah menyelidiki video viral yang diduga memuat unsur penistaan agama dalam kegiatan festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Video tersebut ramai beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan peristiwa itu diduga terjadi di lokasi acara pada Ahad (9/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Guna memproses kasus tersebut, Polsek Pademangan telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara acara (event organizer/EO) dan pemilik stan (booth) di lokasi untuk mendukung kelancaran proses hukum,” ucapnya.

Baca Juga :  KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Proyek Kereta Api DJKA di Medan

Budi menjelaskan, penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi telah menjadwalkan pemanggilan klarifikasi terhadap pihak penyelenggara acara (EO) serta pemandu acara atau master of ceremony (MC) pada Selasa (11/8).

Setelah proses klarifikasi dilakukan, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan menggelar perkara guna menentukan langkah hukum berikutnya terkait dugaan kasus tersebut.

Baca Juga :  Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR ke Luar Negeri

Selain itu, kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin membuat laporan resmi apabila merasa memiliki informasi atau bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sebelumnya, sebuah video viral beredar di media sosial X dan TikTok yang memperlihatkan sebuah merek minuman menggelar tantangan atau challenge kepada salah seorang pengunjung festival.

Dalam video yang diunggah tersebut, peserta terlihat membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur’an. Peristiwa itu kemudian memicu beragam reaksi dari warganet dan menjadi perhatian aparat kepolisian. (DR)