Tinjau IFP di Sekolah, Menkeu Purbaya Dorong Program Diperluas

Redaksi
Tinjau IFP di Sekolah, Menkeu Purbaya Dorong Program Diperluas
Dok. Kunjungan Menkeu Purbaya di Salah Satu Sekolah di Jakarta/Foto: Kemenkeu)

FaktaID.net – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan edukasi digital mampu mendukung proses pembelajaran di sekolah. Penilaian itu disampaikan setelah Purbaya meninjau langsung penerapan teknologi tersebut di sejumlah sekolah di Jakarta.

Dalam kunjungannya, Menkeu ingin melihat secara langsung efektivitas penggunaan perangkat digital yang menjadi bagian dari program pendidikan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah. Saya selama ini hanya dengar, bagus atau tidak, saya tidak tahu. Saya ingin melihat sebetulnya seperti apa, sehingga kalau saya mengeluarkan anggaran tidak sayang-sayang amat,” ujar Menkeu.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Oktober 2025 Turun Jadi 423,9 Miliar Dolar AS

Purbaya turut mengikuti kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih 30 menit di dua kelas, masing-masing pada jenjang SMP dan SMA. Dari pengamatannya, penggunaan teknologi tersebut membantu siswa memahami materi pembelajaran, termasuk mata pelajaran yang dinilai cukup sulit.

Menurutnya, metode pembelajaran yang lebih interaktif membuat siswa lebih mudah menerima dan memahami pengetahuan baru.

“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” kata Menkeu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ingatkan Kabinet Waspada Dinamika Global, Tekankan Penghematan Energi

Melihat manfaat tersebut, Purbaya mendorong agar program papan edukasi digital terus dilanjutkan dan diperluas secara bertahap. Ia menilai, ke depan, idealnya setiap kelas dapat memiliki satu perangkat agar pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat dirasakan lebih merata.

“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas, satu, secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” tutur Menkeu.

Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan akan mendukung program tersebut melalui penyediaan anggaran sesuai kebutuhan serta rencana pemerintah. Pengembangan dan perluasan program akan dilakukan secara bertahap, dengan kemungkinan peningkatan anggaran pada tahun-tahun berikutnya sesuai kebijakan pemerintah. (DR)