Bantuan Dikirim ke Padang, Tapanuli, Banda Aceh, dan Lhokseumawe. Seskab Teddy menjelaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut diberangkatkan ke sejumlah titik yang dekat dengan lokasi terdampak.
“Jadi, akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, tepatnya Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara karena merupakan bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” katanya.
Bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan penting bagi penanganan darurat. “Hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan, yakni tenda sebanyak 150 unit, kemudian 64 perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, genset, sekitar 100 alat komunikasi, bahan makanan siap saji, serta tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan,” papar Teddy.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan korban jiwa dan merendam permukiman di berbagai daerah.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat mulai 28 November hingga 11 Desember 2025. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga telah menetapkan status darurat bencana untuk wilayahnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebut 13 kabupaten/kota di Sumbar kini berstatus darurat bencana akibat dampak banjir bandang dan longsor yang meluas.
Pemerintah pusat memastikan pengiriman bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan daerah, termasuk penambahan logistik dan personel di lapangan. (DR)




