Amran meminta kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas, termasuk menelusuri asal beras, jalur distribusi, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Informasi awal menyebut beras tersebut berasal dari gudang Bulog di Kelapa Gading, yang masih perlu didalami.
“Kami sebagai Menteri Pertanian, kami memohon kepada kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya,” tegasnya.
Ia juga mengancam akan memecat pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat dan meminta pihak lain yang bersalah diproses sesuai hukum.
“Kalau ada dari Kementerian Pertanian, dipecat! Saya pecat. Kalau saya tahu sebentar, sore, saya sudah pecat. Ini enggak boleh,” katanya.
Amran meminta pelaku dijatuhi hukuman maksimal agar memberikan efek jera dan memastikan program beras bersubsidi tepat sasaran.
“Kalau bisa ini dituntut seberat-beratnya. Berapa hukuman, kalau bisa hukuman maksimal diberikan,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Amran, tidak akan menoleransi penyalahgunaan program pangan bersubsidi. Pengusutan tuntas diharapkan mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab serta mencegah praktik serupa terulang. (DR)




